[list] 10 Con Movies

A confidence game (con, scam) is an attempt to intentionally mislead persons (“mark”) usually with financial gain or other gain (Wikipedia).

This is one of my favorite genre for movie, but unfortunately there are not many movies in this genre. (PS : I differentiate between con game movies and heist movies like Inside Man or Ocean’s Eleven).

So to make this list, I think I practically list down all good con movies I ever saw.

confidence game movies

1. DIRTY ROTTEN SCOUNDRELS (1988)

IMDB rating is 7.1 – link is here

Steve Martin and Michael Caine were both con artists with different style. Michael was using his charm and glamorous style to implant confidence, while Steve was playing sad and unfortunate guy to obtain sympathy.

To decide who’s the best, they made a bet. They picked a victim and whoever could get more money from the victim will win the bet and the loser will leave the town. Very funny movie.

2. THE STING (1973)

IMDB rating is 8.4 – link is here

This is one of the important milestone for con movie. The movie won 7 Oscars in 1973.

Paul Newman and Robert Redford teamed up to take revenge on one guy. They elaborated plan known as “The Wire”, one of the famous trick in con-book.

3. HUSTLE (2004-2012)

The only TV series I put in this list. For more info find this Wiki page.

This series will describe what is con is all about, the philosophy behind it. Great characters, great plot. Each episode is 1 hour, and each season has 6 episodes. It has just ended in 2012 (8th season – totaling 48 episodes).

4. HEIST (1989 – TV movie)

IMDB rating is 6.0 – link is here

Long before Thomas Crown Affair (a heist movie), Pierce Brosnan played in this HBO movie. He got out from prison and planned to take revenge on his former partners in casino security business by robbing the casino money, sending his partner to prison, and getting back his lover.

But the problem his partner knew, and Pierce knew that his partner knew.

5. LUCKY NUMBER SLEVIN (2006)

IMDB rating is 7.8 – link is here

A unique movie. First is like North by Northwest, about misidentity. Slevin was falsely recognised by everybody. He was accused to owe money to two most terrifying mob bosses in town.

But apparently, there was bigger plot awaited to fool everyone. Almost everyone.

6. NINE QUEENS (NUEVE REINAS) (2000)

IMDB rating is 7.8 – link is here

Two con men met by accident and together plot a scam to forge stamps called The Nine Queens and tried to sell it to rich collectors. But when it involves two con men, you don’t know who’s fooling who.

See my review.

7.SEVEN TIMES LUCKY (2004)

IMDB rating is 5.8 – link is here

An aging con man and his protege tried to survive a messy situation.

Thick plot. Quite complex. but very entertaining. See also my review.

8. ALIBI(2006)

IMDB rating is 6.4 – link is here

I also have reviewed this movie here.

This movie is also a typical movie when someone must come out from a very difficult situation by fooling everyone.

9. MATCHSTICK MEN (2003)

IMDB rating is 7.3 – link is here

Robert Zemeckis is one of favorite director. He always amazes me with his films. This is one of them. Nicholas Cage is a con artist whose life is changed after he just found out that he has a daughter. But that was just the beginning.

10. CONFIDENCE (2003)

IMDB rating is 6.7 – link is here

Save the best for last. A complex con scheme to rob a greedy bank manager while at the same time get away from a tailing mob boss.

Share
Posted in Movies, Top of Everything | Tagged | Leave a comment

[warta] 091 Winner or Loser?

Tanggal terbit :15 Januari 2012

Dalam hidup, terutama di jaman penuh informasi ini, kita selalu di-doktrin untuk menjadi pemenang (winner) dalam hidup ini. Jangan jadi seorang pecundang (loser), katanya.

Jika dipikir lebih jauh, apa sih definisi pemenang dan pecundang dalam hidup? Apakah jika kita punya pekerjaan jadi karyawan ‘biasa-biasa’ saja selama puluhan tahun tanpa pernah jadi manager, apalagi jadi pengusaha, dianggap pecundang?

Apakah kalau tidak memiliki motivasi untuk lebih kaya dan lebih terkenal dianggap pecundang?

Apakah kalau kita buang buang waktu untuk nonton tv, baca komik, main game, dianggap pecundang?

Apakah ratu sejagat, pengusaha terkaya, juara renang olimpiade adalah pemenang dalam hidup ini?

Apa dong parameternya? Uang? Jabatan? Popularitas? Keluarga harmonis? Terus siapa yang berhak menentukan?

Marilah kita coba renungkan dari dua kenyataan absolut. Kenyataan pertama : tiap manusia itu unik dari sisi bakat, karakter, dan lain hal. Artinya tidaklah mungkin membuat ‘perlombaan’ yang menentukan manusia satu lebih ‘kalah’ dibanding manusia lain. Lionel Messi yang dinobatkan pesepakbola terbaik di dunia, mungkin akan jadi pecundang saat main video game bola lawan saya.

Kenyataan kedua : apa pun ras-nya, agama-nya, IQ-nya, bakatnya, tiap orang hanya punya 24 jam sehari. Jika kenyataan ini digabungkan dengan kenyataan pertama, artinya : yang bisa dilakukan oleh kita hanyalah menggunakan waktu itu untuk sesuatu yang sesuai dengan masing-masing orang.

John Lennon pernah menyatakan ‘Waktu itu tidak pernah dikatakan ‘terbuang’ selama kita menikmatinya.” Menurut saya itu langsung meniadakan definisi pemenang dan pecundang dalam hidup. Sekarang di dunia kerja, saya menemukan makin banyak yang ‘menolak’ naik jabatan lebih tinggi hanya karena lebih menikmati jadi teknisi, atau takut tidak punya waktu untuk anak, jarak kantor jadi jauh, atau malas kalau tingkat stress meningkat. Menurut saya, mereka bukanlah pecundang. Mereka tahu persis apa yang membuat mereka bahagia dan nikmati.

Selama kita menikmati waktu yang kita habiskan, maka otomatis akan timbul kecintaan dan motivasi, tanpa perlu ditakut-takuti dengan cap pecundang. Bahkan di olahraga yang terukur pun, definisi pemenang hidup bukanlah diukur dari jumlah juara. Dari ratusan klub sepakbola di Inggris, mungkin yang pernah jadi juara liga premier-nya hanya di bawah 50. Apakah yang tidak pernah juara lantas jadi pecundang?

Jadi, tidak perlu kita mendengarkan para motivator yang mencoba mengajarkan kita untuk jadi pemenang. Selama kita bisa menikmati dan menghargai sebanyak mungkin momen hidup kita, kita tidak perlu perduli apakah kita ini pemenang atau pecundang. (im)

Share
Posted in Warta | Tagged , | Leave a comment

[warta] 084 Kepantasan

Tanggal terbit : 4 Sep 2011

Ada sebuah film lama tahun 1990 yang berjudul “The Bonfire of the Vanities”, yang dibintangi oleh Tom Hanks dan Bruce Willis. Film ini menceritakan seorang profesional muda yang membiarkan teman kencannya mengendarai mobilnya, dan kemudian mobil itu menabrak seorang anak dari keluarga miskin dan minoritas kulit hitam, sehingga si anak masuk rumah sakit. Si profesional muda gagal meyakinkan teman kencannya untuk menyerahkan diri ke polisi, sehingga mereka melarikan diri.

Cerita berkembang saat kasus ini mencuat karena seorang wartawan bisa mengupas kasus ini dan mengambil tema besar “golongan kaya menganiaya golongan miskin”. Dari sana terlihatlah perilaku-perilaku menarik dari orang-orang sekitar yang ingin memanfaatkan kasus ini. Jaksa penuntut ingin terkenal karena kasus ini jadi perhatian publik, dan dengan segala cara ingin memastikan si profesional muda dipenjara.

Pemuka agama dari lingkungan korban juga mengambil kesempatan ini untuk menjadi populer. Dia mendekati ibu korban untuk ‘tampil’ bersama di muka publik agar ‘perhatian’ kepada keluarga miskin ini diekspose oleh publik.  Bahkan, ibu sang korban pun terhasut untuk ikut ngetop, dengan malah memikirkan pakaian apa yang harus dia kenakan saat harus berhadapan dengan para wartawan. Para pemilik media pun ‘senang’ karena mendadak oplah-nya naik karena kasus ini, sehingga makin mengeksploitasi. Si teman kencan pun menggunakan kesempatan ini untuk ‘tidak mengaku’.

Pendek kata, semua orang kelihatannya akan ‘untung’ kalau si profesional masuk penjara. Warga pun sudah terhasut media dan langsung menganggap si profesional muda bersalah.

Film ini berusaha menunjukkan bahwa memanfaatkan situasi untuk kepentingan sendiri itu mudah. Kita hanya butuh kesempatan dan kemauan untuk menggunakannya, apalagi bila tindakan itu kayaknya tidak sampai ada yang mati atau terkena impak parah. Kita pun gampang dipengaruhi oleh media, oleh apa kata-kata dari orang yang kita anggap selebriti.

Jika hukum tidak bisa mencegah hal ini lantas apa yang bisa? Film ini hanya menjawab lewat ucapan sang hakim di akhir film, yang berkata bahwa kita harus bertindak apa yang menurut kita pantas (be decent). Apa itu pantas? Sesuatu yang diajarkan oleh para orang tua kepada anaknya.

Film ini sudah berusia 20 tahun. Apakah setelah 20 tahun, apa sih tindakan yang pantas yang kita ajarkan kepada anak-anak kita? Masihkah tindakan memanfaatkan situasi untuk kepentingan sendiri, seperti korupsi dan kecurangan lain, dianggap tindakan yang tidak pantas? Bahkan walau tindakan itu tidak akan kena hukuman, selain hukuman dari Tuhan yang tentu tahu itu sebenarnya tidak pantas? Semoga masih. (im)

Share
Posted in Warta | Tagged | Leave a comment

[people] Thierry Henry (Jan 09 2012)

The last I wrote about Henry was when he moved to Barcelona 2007. The writing is here.

va va voom (image from Skysport website)

Today I write this blog entry, simply because I’m still overwhelmed by yesterday game (Arsenal vs Leeds), where Henry scored and fired Gunners to 4th round of FA Cup (for 16 consecutive years).

He’s the Arsenal legend when he’s leaving. He’s the all-time Arsenal top scorer with 226 goals. He has his statue in Emirates stadium.

And he’s just back last week on 16-week loan deal.

So in his first game, the crowd just roared when he’s introduced as bench players, when he came in as substitute, and, especially, when he (who else) scored in 78th minute.

His typical curling to the far corner was still mesmerizing. His celebration lap ended by hugging Wenger, was so emotional.

Here is the video.

Enough said. Here is Henry and Wenger interview :

Henry :
“I came back from holiday 15 days ago. I never thought I was going to play for Arsenal again or score a winner.”
“I rejoined the club as a fan; before I wasn’t. Scoring a goal when you support the team, now I know how some of the guys who played for Liverpool or Man United or Chelsea felt when they scored a goal for the club they support.”

Wenger :
“It was a little bit of a dream, because it was a story about football you would tell some young children. Unfortunately it is not often like that in our game, but sometimes it happens.”
“He had that special finishing that he has shown tonight. That was the Thierry Henry finishing.”

Other tweet or headline :

Better than sex. Sorry, ladies. #ThierryScores (Piers Morgan’s – true Gooner)

#ReturnOftheKing (Jack Wilshere’s – Arsenal)

It was written for him. What a finish! #buzzing (Aaron Ramsey’s tweet)

Deja-Voom (The Sun headline)

“It was probably written in the stars what was going to happen with Henry.” (Simon Grayson – Leeds manager)

It had to happen. Thierry Henry scores, rolling back the years, classic trademark finish to one side of gk. #afc partying. (Henry Winter – journalist)

Share
Posted in People & Quote, Sport | Tagged | Leave a comment

[resto] Umaku (Alam Sutera)

Location : Alam Sutera Town Center, Blok 10 E No 9.

Twitter : @umaku_alsut

Umaku Dishes

Direction :
1. Dari tol Alam Sutera, ikuti saja arah kendaraan sampai ketemu bundaran pertama, ambil lurus (kiri ada pom bensin Pertamina), ketemu bundaran lagi, ambil kanan (Flavor Bliss ada di kiri anda), nah ruko di sebelah kanan (pintu masuk kompleks ruko ga jauh setelah belok kanan).
2. Dari Jl. Raya Serpong, masuk Alam Sutera, Mc Donald dan Bandar Jakarta ada di kiri anda. Kemudian bundaran pertama belok kiri. nah ruko di sebelah kanan (pintu masuk kompleks ruko ga jauh setelah belok kiri).

Lokasinya unik, karena di jejerannya ada 2 resto Jepang lain.

Overall : Kalau hanya untuk makan, pilih ini dibanding Sushi Tei, Sushi Groove, atau franchise sejenis.

Saat buka di penghujung 2011, Umaku Alam Sutera diskon 55%. Wah penuhnya luar biasa. Untungnya karena ngantor di Karawaci, bisa mendahului para tamu yang pulang kerja dari Jakarta, jadi dapat tempat.

Kunjungan pertama, resto sederhana namun cantik, dan makanannya amat good value (harga untuk ukuran kualitas yang disajikan, murah!). Kunjungan kedua masih diskon juga.Penuhnya masih heboh, tapi karena pas kunjungan pertama kenalan ama yang punya, jadi bisa pesen lewat SMS.

Kunjungan ketiga tidak dihitung karena hanya mampir ketemu teman. Kunjungan keempat hari ini, kembali di jam tidak biasa (after lunch hours). Pendapat masih sama.

Dan thanks utk bos Umaku Alsut, @indra_handayani .. kita dikasih komplimen!

Menu yang pernah dipesan dan dg mantap dianjurkan :
1. Curry Ramen –> kari-nya kental dan mantap
2. Salmon Head –> banyak yg bilang oke (termasuk @admonike)
3. Volcano roll –> pas, tidak terlalu gurih
4. Scallop Grill with Tobiko –> very generous scallop-nya

Akhir kata, sesuai visi yang disampaikan @indra_handayani Umaku Alam Sutera ini berusaha jadi tempat makan keluarga yang memang mau keluar cari makan (dapur kedua).

Share
Posted in Bon Appetit | Tagged , , | Leave a comment

[place] Losari Coffee Plantation

original post and more picture, click here

A wonderful day, rejuvenating power of nature with the spirit of Java, here in Losari Coffee Plantation.

the villa

We came here only for lunch, enjoying the Losari culinary delight at Java Red restaurant, with the natural breeze and a breathtaking views of Mt. Merbabu, Mt. Andong and Mt. Merapi.

The steak was great, also the fresh organic oyster mushrom, harvested from Losari ground was fantastic.

And the coffee itself was a perfect ending after a very enjoyable lunch. All in all, we spent almost Rp 800K for four of us. Expensive, but a worth spending for the dazzling afternoon.

bon appetite!

Then we walked around, appreciating the heritage site, the facilities and the atmosphere and really had a good time with playing giant chess at The Club House – 1828 Original Dutch Mansion, until sunset.

Address:
PO Box 108 – Magelang 56100, Central Java
Ph. +62 298 596333 ; Fax. +62 298 592696
Email: info@losaricoffeeplantation.com
www.losaricoffeeplantation.com

Share
Posted in Travel | Tagged | Leave a comment

[resto] Sunny Side Up – SMS2

Our blog post about Sunny Side Up (click here) won the contest! We decided to use the voucher on New Year’s eve at their new branch in Sumarecon Mal Serpong (SMS2).

The outlet is very nicely located, facing the outside corridor, just near the main entrance.

We ordered okonomiyaki and choco waffel. Since the Okonomiyaki used the right ingredients including the tuna flake (katsuobushi), it wouldn’t disappointed you.

okonomiyaki

The Choco Pancake’s also satisfying. What can go wrong with waffel? The only main difference is always the topping. In here, they’re really really generous.

And adding the surprise, the owner (who provided us with the voucher) came, and voila.. we have two more dishes as compliments. The panna cotta and banana flambee. Thank you!

Both (especially the banana flambee) were sublime!

Really consider this as a very good local franchise with a very innovative segment (egg!).

strawberry panna cotta

Another great eggs-perience and we will definitely come back!

 

Share
Posted in Bon Appetit | Tagged , | Leave a comment

[travelog] Italy 2011

Khusus makanan dan minuman, lihat juga posting ini.

Tahun 1999, saya melemparkan koin ke Trevi Fountain. Katanya pelemparan itu bisa menandakan bahwa kelak saya akan balik ke sana. Somehow, 2011 November terjadi.

Saya pun mengunjungi Italia dalam rangka kunjungan kerja, yang kalau saya kerja di DPR pasti akan diprotes, karena isinya ada jalan-jalan ke Milan, Venice, dan Roma.

Dari yang dikunjungi sebenarnya standard :

  • Milan : Duomo (Milan Cathedral) yang bikinnya aja setengah abad. Vittorio Emanuel II gallery, tempat belanja. Sempat juga mampir ke Swiss border, lihat Foxtown, mal sederhana (compared to prominent mall in Jakarta) namun isinya brand kelas kakap.
  • Venice : what else? Piazza Di Marco and Rialto bridge.
  • Rome : Yang standard : St Peter Basilica dan Colliseum. Yang agak non-standard : Roman Forum.

Dari segi tempat yang dikunjungi, saya yakin standard aja, dan bisa di Google, atau lihat posting terdahulu di sini. Tapi ada beberapa yang menarik dari perjalanan kali ini.

1. Church : same ritual, different prayer.

Jika travel, kami selalu biasakan menyempatkan untuk mengunjungi gereja. Selain foto, kami menyempatkan diri untuk duduk dan berdoa.

Milan Duomo

Kali ini, walau sendiri, saya amat senang bahwa isi doa utama adalah bersyukur atas kehadiran our gemini, Deven & Chia. Dilakukan di Duomo Milan, St. Peter Basilica Roma, dan sebuah gereja di pinggir Trevi Fountain.

2. Knowledgeable Local Tour Guide

Kadang suka kasihan ke tour guide. Ga ada yang dengerin. Tadinya sempat was was karena rombongan ini kecil dan sebagian besar pernah ke Italia.

Tapi ternyata local tour guide amat pintar untuk ambil sudut cerita. Di St. Peter, dia menggunakan fakta sederhana untuk menunjukkan besaran gereja ini. Panjang pena tergambar di langit-langit adalah 6 meter. Di Colloseum dia juga memaparkan beberapa hal yang merupakan temuan baru dalam sejarah.

Very smart. Bukti bahwa semua pekerjaan, termasuk sejarah yang harusnya tidak bergerak, haruslah terus belajar.

3. Venice the most romantic place in Italy!

Ke tempat lain, dg teman, rekan kerja, atau keluarga oke oke aja. Tapi ke Venice, memang seharusnya with your loved one. The piazza, the gondola, the streets, and (of course) the Rialto Bridge. It’s a perfect setting to be romantic (selain Paris).

View from Rialto Bridge

4. Dragon on the Rise

Selama pergi ada joke among us. Satu-satunya tempat dimana kami ngga ketemu Chinese tourists adalah saat kunjungan kerja!

Well, but it’s true. Semua tempat wisata kini bukan didominasi turis Jepang atau negara maju lain, melainkan turis Cina.

Masuk ke butik Gucci dan LV di Spanish Square, suasananya ngga beda dengan di Mangdu :-)

Wonder what will happen in the next 12 years.

5. Film apa yang pakai scene di sini?

Senang saat yang ikut ada yang hobi film. Dan sering nanya, ayo film apa yang setting-nya di sini? Untuk Colloseum, tentu Gladiator. Tapi Jumper juga kan? Terus Double Team. Dan satu yg bukan masa saya : Chuck Norris vs Bruce Lee di Way of the Dragon.

Tapi di Venice? Di St. Peter Basilica? Ayo!

Memang asyik untuk cari setting film terkenal. Seperti dulu pernah sengaja ke platform King Cross station di Inggris (untuk film apa hayo!!).

6. Wally? Carmen Sandiego? Starbuck?

Salah satu misi memang mencoba kopi lokal. Sayang, kedai kopi di Milan yang katanya serving the best coffee in town, ga buka pas ke sana. Tapi tetap di mana pun kopi di-serve, tidak pernah mengecewakan.

Dan tentu saja, tidak ada yang berani bikin franchise kopi-kopian dan tiam-tiaman di negeri yang punya tradisi kopi (drinking coffee is as important as breathing!).

Starbuck mungkin bisa mengeruk kantung kita orang Indonesia, tapi di Italia? Ngga nampak satu pun tuh..  Sampai bela-belain ngecek internet. Dan bener. Starbuck TIDAK BERANI masuk Italia.

7. Tetap belum Nonton Bola

Ke Inggris ga nonton bola, ke sini juga sama. Coba jadwalnya bergeser sehari, bisa nonton AC Milan vs Barcelona!

pemilik resto fans Milan

Tapi atmosfer-nya amat terasa. Satu restoran teriak saat Napoli unggul atas Manchester City di TV (Napoli uno!!!).

8. Qatar Airways!

Pertama kalinya naik Qatar Airways. Memuaskan. Entertainment-nya oke banget, tons of music, film, TV shows, games. Good F&B.

9. The Logic of Shopping

Sorry judul salah, shopping is never about logic. Made-in-Cambodia lebih mahal dari Made-in-Italy. Survenir Italia adalah kaos Hard Rock Cafe.

Tapi I also did illogical thing by buying on impulse on non-Italian thing (boneka Disney dooh). Sekarang ngerti kenapa ‘anak’ sering jadi alasan baik untuk belanja.

10.Wish

Berharap tetap bisa kapan-kapan balik lagi untuk pelesir ke Italia. Terutama melihat Italia Selatan dan pantai, dan bisa lebih ‘be local‘.

Share
Posted in Travel | Tagged | Leave a comment

[travelog] Italy 2011 {10 Cicip}

Baru saja dapat kesempatan kedua ke Italia sejak kunjungan pertama 12 tahun sebelumnya. Pada saat itu, salah satu penyesalan adalah tidak mencoba makanan minuman lokal.

Makanya, di kesempatan kali ini, walau diatur tour juga, plus di jadwal hanya ada satu kali makanan Italia beneran (bukan ngasal), sudah bulatkan niat mencoba makanan dan minuman lokal.

Didukung pula oleh waktu yang lebih senggang, maka walau kesempatan mencicip itu tidak banyak, masihlah dapat beberapa ‘rasa’ lokal, walau beberapa di antaranya di area turis juga.

Italian

Berikut laporannya.

1. Pizza. Saat di Roma, sempat menyelinap ke pizzaria, walau udah lunch, tetap nekat ambil 1 slice (€2). Coba yg jamur. Walau simple, memang mantap.

2. Coffee. Jangan sampai melewatkan kopi di negara di mana Starbuck ngga berdaya. Saat di surga belanja Vittorio Emanuele, berbekal buku, sudah ngincer Zuppa, the best coffee in Milan, tapi sayang sampai jam 11 belum juga buka. Jadi seruput Latte di kafe sebelahnya aja (€7). Well, faktor harga, atmosfir, suhu, memang membuat kopi tersebut enak sekali.

3. Bir. Salah satu habit lokal adalah malam pergi ke bar. Ambil minuman ‘berat’, selain dapat kacang dan snack spt di sini, juga dapat kudapan sandwich kecil plus buah olive. Local beer yang amat terkenal adalah Peroni. Satu grup nyelinap ke sebuah bar tepi jalan di malam hari dan teguk Peroni ini (€10).

4. Gelato atau sorbet. Ingat! Jangan samakan dengan es krim (Google aja utk tahu bedanya). Dua kali coba, di Venice coba Ciok Arancia – coklat gelato campur orange sorbet (heaven!). Sekali lagi di Roma, dekat Trevi fountain, coba yang Tartufo (dark chocolate plus kacang plus cherry). Juga dahsyat. Yg khas sebenarnya lemon, tp di Jakarta sering coba. (€2 satu scoop).

5. Liquor. Karena bukan penikmat alkohol, tidak ada nyali untuk coba Grappa, fermentasi khas Italia, 40% alkohol! Nyali cuma kuat untuk seruput Lemoncello aja. Botol kecil €4.

6. Risotto. Studi banding nasi. Sebenarnya cari yg versi Milan (non halal karena pakai beberapa bahan yang lebih baik ngga tahu deh), tapi baru sempat di Roma dan dapat yang standard. Ini ga bayar karena masuk menu.

7. Gnocchi. Dapat kesempatan utk membatalkan satu resto Chinese dan pilihan penggantinya pun dahsyat, restoran lokal yang sudah buka dari 1916. Ngga salah pilih karena we’re the only non-Italians there. Malas pilih pasta (standard), jadi pilih Gnocchi, alias Italian dumpling. Menurut guide yg join makan di sana, Gnocchi kebanyakan masih hand-made jadi ngga setiap hari ada. (€8).

8. Dessert. Nama boleh mirip Jepang, tapi tiramisu asli Italia. Tahukah kamu bahwa artinya “Pick Me Up”? Untungnya, satu-satunya jadwal resto Italia, penutupnya tiramisu. Jadi tidak perlu cari-cari.

9. Snack. Ke supermarket, dan ambillah biskuit, kripik, dan cemilan lain (merk lokal tentunya). Teman perjalanan rasa Italia.

10. Pomodoro = Tomat. Bukan makan buah tomat, tapi tomat adalah bahan utama masakan Italia. Jadi hampir di setiap masakan, mengandung tomat, seperti olesan di roti pizza, taburan di atas bruschetta, dan sausnya pasta.

O ya, satu lagi, ada catatan khusus mengenai restoran di Roma hari terakhir yang bernama Tanagra (web di sini). Layak untuk dikunjungi. Mereka memang sengaja meramu ritual makan malam (diserve langsung menu per menu di meja), diselingi dengan penampilan musik opera yang entertaining (dengan melibatkan audiens tentunya).

 

 

 

Share
Posted in Bon Appetit, Travel | Tagged | Leave a comment

[warta] 019 Manusia = Kanker?

(15-Sep-2009)

Kita mengenal beberapa makhluk yang hidup sebagai parasit. Benalu contohnya. Mereka mengambil bahan untuk hidupnya dari tempat mereka hidup (inang).

Namun mereka ‘sadar’ bahwa kalau sang inang mati, maka mereka pun akan mati. Oleh karena itu, mereka biasanya tidak sampai membunuh inangnya. Pohon yang dihinggapi benalu mungkin tidak sesubur pohon yang ‘tanpa’ benalu, akan tetapi pohon tersebut akan tetap dapat hidup hingga usia normalnya.

Berbeda dengan virus atau kanker. Keduanya kini memang menjadi pembunuh nomor wahid bagi manusia. Virus dan sel-sel kanker ganas akan terus berkembang biak menerjang lingkungan di sekitarnya, hingga akhirnya menghancurkan organ vital yang mengakhiri hidup sang inang.

Padahal begitu sang inang mati, matilah juga semua sel kanker itu. Virus dan sel-sel kanker itu tidak ‘sebijak’ benalu yang tetap memelihara inangnya.

Sekarang marilah kita berpikir dari bumi sebagai ‘makhluk’. Sang bumi pun mungkin geleng-geleng kepala saat melihat manusia. Belum pernah sang bumi menemukan suatu makhluk seperti ini. Dalam waktu 1000 tahun terakhir, manusia bisa benar-benar merambah dirinya, berkembang biak dan menerjang semua makhluk hidup di sekitarnya, dan menghabiskan sumber daya dengan cepat.

Sang bumi pun heran. Apa manusia engga sadar ya bahwa saat ini mereka sedang membuat sang bumi menuju kematian? Apa yang terjadi kalau sumber daya habis?

Apa yang terjadi kalau sampah yang ditinggalkan manusia benar-benar merusak alam?

Apa manusia engga sadar ya bahwa kalau sang bumi mati, mereka juga mati?

Ya, bagi sang bumi, manusia mungkin adalah penyakit kanker-nya. Saya tidak tahu apakah sang bumi punya cara untuk kemoterapi. Tapi yang pasti saya percaya sekali bahwa semua alam akan selalu menjaga keseimbangan dan mencari cara untuk menjaganya.

Bumi sudah berumur lebih dari 4 milyar tahun. Sejarah mencatat tidak pernah ada satu jenis makhluk hidup yang bisa mendominasi kehidupan bumi selamanya.

Manusia baru muncul kurang dari 10 ribu tahun atau 0.00025% dari waktu total hidup sang bumi, dan sudah mendominasi. Dalam film Matrix, disebutkan bahwa satu-satunya yang mirip dengan cara hidup manusia adalah virus.

Oleh karenanya, manusia mendingan untuk berupaya mencari cara untuk menjaga bumi ini agar bisa tetap menjadi sang inang bagi kehidupan anak-cucu manusia kelak. Jangan sampai manusia jadi kanker bagi bumi ini. (im)

Share
Posted in Warta | Tagged , | Leave a comment